Sunday, 10 June 2012

Cengkeh dan khasiatnya


Cengkeh

(Syzygium aromaticum, (Linn.) Merr.)
 
Sinonim :
Syzygium Perry. Eugenia caryophyllata, Thumberg. E.caryophyllus, Sprengel. Caryophyllus aromaticus, Linn. Jambos carryhophyllus, Spreng.

Familia :
Myrtaceae

Uraian :
Cengkeh merupakan rempah yang juga kerap digunakan sebagai bumbu penambah aroma dalam berbagai masakan, cengkeh dikenal memiki aroma khas dan wangi,
Cengkeh dalam bahasa inggris disebut cloves, cengkeh merupakan tangkai bunga kering beraroma khas dari keluarga pohon myrtaceace. Cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia,
Cengkeh banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di Negara Negara eropa. Pohon cengkeh merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan tinggi 10-20 meter. Daunnya berbentuk lonjong yang berbunga pada pucuk pucuknya.tangkai buah pada awalnya berwarna hijau, jika bunga sudah mekar warnanya berubah menjadi merah, cengkeh akan dipanen jika sudah mencapai ukuran panjang 1-2 cm.
Cengkeh dapat digunakan sebagai bumbu, baik dalam bentuk utuh atau serbuk, di indonesia cengkeh juga digunakan sebagai bahan rokok kretek, sedangkan di cina dan jepang cengkeh digunakan sebagai bahan dupa.
Cengkeh mempunyai bentuk mungil, walaupun mungil khasiatnya besar , cengkeh dapat disuling menjadi minyak cengkeh. minyak cengkeh digunakan untuk aroma terapi dan juga mengobati sakit gigi.
Cengkeh memilki khasiat yang baik untuk kesehatan mulut dan gigi. Menurut para ahli kesehatan, Minyak esensial cengkeh mempunyai fungsi anestetik dan antimikrobal. Minyak cengkeh sering digunakan untuk menghilangkan bau napas dan menghilangkan sakit gigi. Zat yang terkandung dalam cengkeh adalah eugenol, digunakan dokter gigi untuk menenangkan saraf gigi. Disamping itu cengkeh juga telah terbukti mampu menghambat perkembangbiakan bakteri pemicu keracunan dan menghilangkan bau mulut.
Nama Lokal :
Clove (Inggris), Cengkeh (Indonesia, Jawa, Sunda), ; Wunga Lawang (Bali), Cangkih (Lampung), Sake (Nias); Bungeu lawang (Gayo), Cengke (Bugis), Sinke (Flores); Canke (Ujung Pandang), Gomode (Halmahera, Tidore); 

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Kolera, Menghitamkan alis mata, Menambah denyut Jantung; Campak; 

Pemanfaatan
1. Kolera  dan menambah Denyut Jantung
    Bahan: Bunga cengkeh yang sudah kering
    Cara menggunakan: dikunyah disesap airnya, dilakukan setiap hari.
    Minyak cengkeh dapat memperkuat lendir usus dan lambung serta
    menambah jumlah darah putih.

2.  Campak
     Bahan: 10 Biji bunga cengkeh dan gula batu
     Cara membuat: bunga cengkeh direndam air masak semalam
     kemudian ditambah dengan gula batu dan diaduk sampai merata.
     Cara menggunaka : diminum sedikit demi sedikit

3. Menghitamkan alis mata
    Bahan: 5-7 biji bunga cengkeh kering dan minyak kemiri.
    Cara membuat: bunga cengkeh dibakar sampai hangus, kemudian
    ditumbuk sampai halus dan ditambah dengan minyak kemiri
    secukupnya.
    Cara menggunakan: dioleskan pada alis mata setiap sore hari.
Komposisi :
Bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) selain mengandung minyak atsiri, juga mengandung senyawa kimia yang disebut eugenol, asam oleanolat, asam galotanat, fenilin, karyofilin, resin dan gom.

Friday, 8 June 2012

Keji beling & manfaatnya

 Keji beling & manfaatnya

Keji Beling/sambang darah (biasa disebut biasa disebut binalu api (Melayu). Jawa: remek daging. reundeu beureum (Sunda),  sambang geteh, sarap (Jawa). Lire (Ternate)), seringkali dijadikan sebagai tanaman hias atau terkadang hanya  tumbuh liar atau ditanam di halaman.

Tumbuhan ini mempunyai ciri ciri :
batang berbaring dan merayap, bulat, bercabang, berruas-ruas, dan bervvarna ungu;
daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan, helaian daun bentuknya bulat telur, ujung runcing, pangkal rompang, tepi bergerigi, pertulangan menyirip, permukaan atas warnanya merah ungu mengilap agak keabu-abuan, bagian bawah merah anggur, berrambut, panjang 7--11 cm, lebar 4--6 cm;
bunga majemuk, berkumpul dalam rangkaian berupa bulir, keluar dari ujung batang, mahkota bentuk corong, warnanya putih;
buah kecil, lonjong, warnanya hijau muda;
biji kecil, pipih, warnanya putih.



Sesuai namanya sambang getih (jawa-tambah darah), tumbuhan ini memiliki khasiat penambah darah, penghenti perdarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuretik). Berdasarjan hasil uji aktivitas antibakteri fraksi etilasetat daun sambang getih dapat menghambat Staphylococcus aureus pada kadar 13, 26, 52, 78, dan 104 mg%. Kenaikan kadar berbanding lurus dengan daerah hambatan antibakteri. Juga terdapat senyawa flavonoid pada daun sambang getih (Serly Sapulette, Fakultas Farmasi, UGM, 1992).

Daun keji beling mengandung flavonoid, polifenol, tanin, kalium yang kadarnya tinggi dan rendah natrium. Batang mengandung saponin dan tanin, sedangkan akar mengandung flavonoid dan polifenol.

Nama Lokal :
Keji Beling (Indonesia), Ngokilo (Jawa);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Tumor, Diabetes melitus, Lever (Sakit kuning), Ambeien (Wasir); Kolesterol, Maag, Kena bisa ulat dan Semut hitam;

Pemanfaatan :
1. Tumor
    Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
    Cara pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan
    secara teratur.
    Pantangan: Ikan Asin, cabai, tauge, sawi putih, kangkung, nanas,
    durian, lengkong, nangka, es, alkohol dan tape, limun dan vitzin.

2. Diabetes Mellitus
    Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
    Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan
    secara teratur.
    Pantangan: makanan yang manis-manis.

3. Lever (sakit Kuning)
    Bahan: Daun Keeji Beling mentah dan segar 3 lembar.
    Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan
    secara teratur.
    Pantangan: makanan yang mengandung lemak.

4. Ambeien (wasir)
    Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
    Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan
    secara teratur.
    Pantangan: Daging kambing dan makanan/masakan yang pedas.

5. Kolesterol tinggi
    Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
    Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan
    secara teratur.
    Pantangan:  makanan yang berlemak.

6. Maag
    Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 3 lembar.
    Cara Pemakaian: dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan
    secara teratur.
    Pantangan: makanan pedas atau asam.

7. Kena Bisa Ulat dan Semut Hitam
    Bahan: Daun Keji Beling mentah dan segar 1 lembar.
    Cara Pemakaian: digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga
    daun tersebut mengeluarkan air dan hancur. Dilakukan 2 kali
    setelah berselang 2 jam.

8. Batu ginjal, 
    rebus 30 helai daun keji beling dengan 2 gelas air minum.  
    Air rebusan ini diminum sekaligus   untuk pengobatan batu ginjal.

9. Disentri
    cuci tujuh lembar dau sambang darah yang masih segar
    rebus dengan segelas air sampai mendidih selama 15 menit.
    Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.

Komposisi :
Daun kejibeling mengandung unsur-unsur mineral seperti kalium, natrium, kalsium dan beberapa unsur lainnya.

Bratawali, si pahit yang berkhasiat


Bratawali, si pahit yang berkhasiat





Nama Umum
Indonesia  :  Brotowali, Bratawali
Melayu  : Putar wali

Klasifikasi :
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Magnoliidae
Ordo: Ranunculales
Famili: Menispermaceae
Genus: Tinospora
Spesies: Tinospora tuberculata Beumee


Tumbuhan yang satu ini memang sudah biasa digunakan sebagai obat herbal oleh sebagian masyarakat kita. Namun apa sih kandunagn dari brotowali itu...dan khasiatnya sebagai apa...? Apakah ada efek samping yang ditimbukannya...? Simak artikel berikut yang saya kutip dari berbagai sumber:


Apa khasiat brotowali?

apa saja khasiat brotowali? apakah bisa mengatasi diabetes?

Pahit tapi Berkhasiat Bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat adalah batang dan daunnya. Kedua bagian tanaman tersebut biasanya direbus dengan sejumlah air dan menghasilkan cairan yang rasanya sangat pahit atau di kalangan jamu jawa dikenal sebagai pahitan. Rasa pahit brotowali dihasilkan oleh senyawa pikroretin.

Brotowali juga mengandung alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, harsa, berberin, dan palmatin. Sedangkan di bagian akarnya mengandung alkaloid berberin dan kolumbin. “Brotowali berkhasiat mengobati beragam penyakit diantaranya, kencing manis (diabetes melitus), demam, radang hati (hepatitis), rematik, sciatika, sakit perut, diare, dan malaria,”. Brotowali juga ampuh mengobati luka, kudis (skabies), dan koreng. Secara tradisional, tanaman ini biasa dimanfaatkan untuk menyembuhkan gatal-gatal serta menambah nafsu makan. Para penjual jamu gendong biasanya meramu herba lain yang sudah digunakan secara turun temurun.

obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit dalam maupun luar. mempunyai banyak kandungan zat2 bermanfaat. Kandungan alkaloid berberina berguna untuk membunuh bakteri pada luka.Zat pahit pikroretin dapat merangsang kerja urat saraf sehingga alat pernapasan bekerja dengan baik dan menggiatkan pertukaran zat sehingga dapat menurunkan panas.Selain sebagai obat, bratawali juga berfungsi sebagai penambah nafsu makan dan menurunkan kadar gula dalam darah. Sebagai obat, bratawali biasa direbus dan diminum ataupun dioleskan pada kulit untuk luka luar. Penyakit-penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan bratawali ialah rheumatic arthritis, rheumatik sendi, demam, demam kuning, kencing manis, malaria, diabetes, serta penyakit luar seperti memar, kudis, dan luka.

Sumber : wikipedia

KEGUNAAN :

1. Rheumatic arthritis, rheumatik sendi pinggul (sciatica), memar.
2. Demam, merangsang nafsu makan, demam kuning.
3. Kencing manis.

PEMAKAIAN : 10 - 15 gr , rebus , minum.

PEMAKAIAN LUAR : Air rebusan batang brotowali dipakai untuk cuci koreng, kudis, luka-luka.

CARA PEMAKAIAN :

1.Rheumatik : 1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, ditambah madu secukupnya, minum. Sehari 3 x 1/2 gelas.

2.Demam kuning (icteric) : 1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 x 3/4 gelas.

3.Demam : 2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2x 1/2 gelas.

4.Kencing manis : 1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 3/4 jari ± 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan, sehari 2 X 1 gelas.

5.Kudis (scabies) :
3 jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 x.

6.Luka : Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x perhari. Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali.


Wijen & manfaatnya

Wijen & manfaatnya


Wijen adalah tema setahun berbuah polong berumah 4. Suka tumbuh di lahan terbuka. Daun dan buahnya memberi banyak nilai tambah dalam kehidupan. Selain biji wijen dipakai dalam makanan, minyak atsirinya berguna dalam bidang pengobatan. Menurut buku “Obat Asli Indonesia” yang disusun Dr A Seno Sastroamidjojo pada 1962, misalnya, daun wijen bisa dijadikan obat sakit kepala karena kepanasan atau kelelahan. Caranya, lembutkan daun tanaman wijen, lalu dipakai sebagai pilis di kepala. Bisa pula dipakai sebagai obat rambut, diare dan gonorhoe. 

Penggunaan minyak wijen sebagai obat sudah dilakukan sejak zaman Raja Nebukadnezar di Mesopotamia pada abad VI SM. Di zaman modern, minyak wijen bermanfaat sebagai obat gosok, tapal dan pencahar ringan.

Dalam ilmu pengobatan India Ayurweda yang disusun pada abad III SM minyak wijen digolongkan sebagai bahan obat yang “manis”. Manfaatnya antara lain bisa merangsang pertumbuhan, menguatkan daya pikir, bersifat antioksidan dan melawan rasa terbakar. Minyak wijen juga membantu meningkatkan produksi ASI para ibu yang sedang menyusui.

Di Afrika dan negeri-negeri koloni Amerika di bagian timur dan utara, seperti diungkap Wied Harry Apriadji dalam Nirmala, minyak wijen digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak gosok, salep dan plester luka.

Begitu pula di Mesir, sudah sejak abad II SM dipakai sebagai obat. Pengetahuan soal wijen bermanfaat obat, lebih dulu diketahui bangsa Afrika dibanding bangsa Amerika. Jika daunnya diremas-remas sedikit dengan air, misalnya, maka akan mengeluarkan lendir. Larutan tersebut bisa menyembuhkan kolera, disentri, diare, radang selaput lendir hidung dan tenggorokan.

Bila mengalami anyang-anyangen atau gangguan saluran kencing, bisa ditanggulangi dengan daun wijen. Caranya, 1 – 2 lembar daun wijen diremas-remas bersama 1 gelas air matang, kemudian diminum. Bila memakai daun wijen kering, bisa diseduh dengan air mendidih.

Seperti ditulis Dr A Seno Sastroamidjojo dalam buku “Obat Asli Indonesia”, biji wijen berkhasiat sebagai tonikum. Untuk memperbanyak produksi ASI bagi ibu-ibu yang sedang melahirkan, ambil sesendok biji wijen, lalu dilembutkan dengan 1 ibu jari kencur, kemudian dioleskan di atas kelemjar susu yang sedang berfungsi.

Diuraikan pula dalam buku yang sama, minyak wijen bisa berfungsi sebagai obat batuk dan reumatik. Kemudian seperti diungkap Wied Harry Apriadji, remasan daun wijen dengan sedikit air bermanfaat memacu pertumbuhan rambut baru dan mencegah kerontokan. Untuk meredakan demam, daun wijen yang dilembutkan bisa dipakai sebagai tapal di dahi, pelipis kiri dan kanan.

Bila biji wijen dan kencur dilembutkan, kemudian dibentuk bulatan-bulatan seperti kapsul atau pil, bila ditelan beberapa butir bisa menjadi tonikum.
Di Jawa, wijen tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1.200 meter dpl. Meski sudah banyak dibudidayakan, tapi masih kurang intensif dibanding komoditi lain. Tumbuh baik di daerah beriklim kering dan panas dengan curah hujan 50 – 115 cm per tahun.

Selain tidak tahan dengan genangan air, wijen juga tidak tahan dengan gulma. Toh begitu wijen tak memerlukan tanah yang subur. Wijen dibudidayakan karena bijinya bisa dipakai sebagai minyak goreng, margarine dan lemak.

Minyaknya yang berkualitas rendah bisa dipakai untuk membuat cat, sabun, minyak pelicin dan lilin. Ampasnya untuk makanan ternak. Bijinya untuk campuran kue, roti, permen dan enting-enting.

Di Meksiko, pasta wijen merupakan satu bahan wajib untuk memberi bumbu hidangan eksklusif mole rojo, yakni kalkun yang direbus bersama bumbu halus, termasuk aneka cabai khas Meksiko dan wijen.

Wijen biasa dimanfaatkan diberbagai negara seantero dunia. Misal di Cina, Thailand, Indonesia, Taiwan, Meksiko, Amerika Serikat, negara-negara Afrika dan Timur Tengah. Di Afrika, misalnya, wijen diolah menjadi sejenis bubur tradisional yang lezat dan dibuat puding. Sering pula direbus untuk diambil kaldunya.

Bangsa Babilonia memanfaatkan wijen untuk berbagai keperluan masakan. Salah satunya adalah untuk membuat roti tak beragi. Mereka juga mengolahnyua menjadi wine dan brandy. Atau sebagai anggur dan minuman keras lain. Begitu pula di Sisilia, pada masa yang sama biasa menggunakan wijen untyuk ditabur padfa berbagai kue. Seperti beberapa kue yang banyak terdapat di Indonesia sekarang.

Ada dua jenis minyak wijen, yakni digolongkan sebagai native oil dan refined oil. Jenis pertama cocok digunakan untuk saus salad dan masakan yang diolah pada suhu di bawah titik didih. Sebab bila dipanaskan pada suhu tinggi, maka aromanyaakan hilang. Juga akan mengurangi kelezatannya.

Sedang minyak yang kedua tahan pada suhu tinggi sehingga sering digunakan untuk menggoreng. Harganya lebih murah dibanding yang pertama. Minyak wijen jenis ini rasa gurihnya sudah banyak berkurang. Umumnya dipakai sebagai pembuatan mentega.
Ayurveda atau ilmu kesehatan India menekankan pentingnya minyak pijat tidak hanya sebagai suatu kemewahan tetapi sebagai bagian integral untuk kesehatan.
Minyak wijen dianggap sebagai salah satu media yang sempurna untuk memberikan sejumlah manfaat kesehatan dan kecantikan.

Memijat wajah menggunakan minyak wijen akan membantu menghilangkan stres, serta menjadikan kulit tampak lebih muda dan sehat.

Berikut adalah beberapa manfaat minyak wijen untuk kesehatan dan kecantikan kulit.

1. Anti-oksidan
Minyak wijen memiliki sifat anti-oksidan untuk menetralisir radikal bebas yang menyebabkan kulit tampak lebih tua.
Minyak wijen dengan mudah menembus kulit dan memberikan makanan bagi sel.
Untuk mendapatkan manfaat antioksidan secara maksimal, hanya gunakan minyak wijen organik dan panaskan hingga 100 derajat Celsius kemudian biarkan dingin sebelum digunakan.

2. Antibakteri
Minyak wijen mampu menghancurkan patogen kulit. Mengoleskan minyak wijen pada kulit dapat membantu mencegah jerawat, ruam, dan gangguan kulit lainnya.

3. Efek Menenangkan
Kerutan akan lebih mudah muncul ketika kita mengalami stres. Memijat wajah akan membantu meredakan ketegangan dan kontraksi pada otot wajah sehingga memnuat Anda tampak lebih muda.
Minyak wijen juga membantu meringankan insomnia dan mencegah migrain.

4. Moisturizing
Minyak wijen bisa melembutkan kulit, mengurangi kekeringan kulit, dan membantu kulit mempertahankan kelembaban.
Minyak wijen bahkan dapat digunakan untuk membantu orang yang mengalami eksim atau psoriasis.

5. Meredakan Nyeri
Minyak wijen memiliki sifat anti-inflamasi. Hal ini dapat mengurangi rasa sakit di daerah wajah dan tempat lain di tubuh.

6. Mencegah Kanker
minyak wijen lazim digunakan untuk menghambat pertumbuhan kanker kulit.

7. Perlindungan kulit
Minyak wijen baik diterapkan setelah mengalami paparan sinar matahari untuk menangkal efek buruk sinar matahari.
Untuk perenang, minyak wijen membantu melindungi efek klorin pada kulit.

Kacang panjang, sayur kaya manfaat


Kacang panjang, sayur kaya manfaat


Sayur yang satu ini mudah ditemukan di pasar tradisional. Pemanfaatan sayur berbentuk bulat panjang ini bisa dipadukan dalam berbagai masakan. Mulai dari ditumis, digoreng pakai cabai, digulai, disayur bening, untuk gado-gado, atau pecel. Rasanya enak dan hebatnya lagi, punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Itulah kacang panjang.
Tanaman kacang panjang mudah ditemukan di ladang, kebun, pekarangan, rumah, sawah, atau sebagai selingan tanaman palawija lainnya. Perawatannya yang gampang
menjadikan tumbuhan yang satu ini mudah ditanam sehingga akhirnya menjadi dikenal luas di seluruh masyarakat Indonesia. Ia bisa tumbuh dengan baik di tanah gembur dan mengandung humus, dapat menahan air. Tanaman asal Afrika ini tumbuh pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Bunga kacang panjang terdapat pada ujung tangkai yang panjang, berwarna putih, kuning, atau biru, dan mekar di pagi hari. Buahnya berbentuk polong dan panjangnya bisa mencapai 75 cm. Bijinya bulat panjang dengan lekukan di tengah, berwarna merah tua, putih, hitam, dan belang-belang.

Kacang panjang mengandung betakaroten, klorofil, vitamin B1 dan B2, protein, tiamin, riboflavin, fosfor, zat besi, serat, dan pektin. Sayuran ini berguna untuk mengendalikan kadar gula darah, mengatasi hipertensi, memperkecil resiko stroke, serangan jantung, mengatasi sembelit, dan meningkatkan fungsi organ pencernaan. Selain itu, ia juga memiliki sifat diuretic (peluruh kencing) tingkat sedang. Dengan mengkonsumsinya secara rutin diyakinin dapat membantu melancarkan buang air kecil.

Di beberapa negara, kacang panjang digunakan untuk mengobati rematik, arthritis, dan gangguan saluran kemih. Juga untuk menjaga kulit dari gangguan jerawat, membantu pemulihan lukar bakar, mengatasi diare, eksim, gangguan ginjal, dan gatal-gatal. Bagi yang berresiko terkena kanker payudara dan leukimia dapat memanfaatkan sayuran ini karena ia mengandung zat antikanker. Selain itu terdapat pula kandungan zat antioksidan, antivirus, dan antibakteri. Ia juga dapat meningkatkan fungsi sel darah merah, menyembuhkan beri-beri, mengatasi sakit pinggang, dan kurang darah.
Nah, lalu bagaimana cara memanfaatkan sayuran ini?

Khasiat Kacang Panjang
Khasiat kacang panjang sangat banyak antara lain: antikanker, kanker payudara, leukemia, antibakteri, antivirus, antioksidan, gangguan saluran kencing, peluruh kencing, batu ginjal, mencegah kelainan antibodi, meningkatkan fungsi limpa, meningkatkan penyatuan DNA dan RNA, meningkatkan fungsi sel darah merah, beri-beri, demam berdarah, kurang darah, sakit pinggang, rematik, pembengkakan, meningkatkan nafsu makan, dan sukar buang air besar.

Cara pengolahan kacang panjang untuk mencegah dan mengatasi beberapa penyakit seperti:

Untuk mengatasi pembengkakan,
gunakan 200 gram kacang panjang, 20 gram bawang putih, gula merah secukupnya dimasak menjadi sup dan dimakan secara teratur.

Untuk peluruh kencing,
ambil 150 gram seluruh bagian tumbuhan kacang panjang, 30 gram kulit semangka direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc saring airnya dan diminum.

Mengatasi sakit pinggang
menggunakan 200 gram biji kacang panjang, 20 gram jahe merah, 25 gram kencur direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc saring airnya dan diminum.

Untuk meningkatkan stamina,
cepat lelah dengan menggunakan 100 gr kacang panjang, 5 buah angco dibuang bijinya, 25 gram kencur direbus dengan air 600 cc air hingga tersisa 200 cc, saring lalu tambahkan madu secukupnya, airnya diminum, angco, dan kacang panjangnya dimakan.

Mengobati batu ginjal
dengan menggunakan 200 gram kacang panjang, 200 gram asparagus diblender dengan air secukupnya hingga tertampung 200 cc lalu direbus hingga mendidih dan airnya diminum hangat-hangat.

Mengatasi kurang darah (anemia),
gunakan 200 gram kacang panjang, 100 gram anggur, hati ayam secukupnya dimasak sesuai selera, dimakan secara teratur.

Untuk menambah nafsu makan,
gunakan 100 gram kacang panjang, 40 gram temulawak, 3 buah kiam boi/sun boi direbus dengan air secukupnya, saring lalu airnya ditambakan madu secukupnya dan diminum.

Mengatasi sembelit,
gunakan 200 gram kacang panjang, 100 gram daun ubi jalar dimasak sesuai selera dimakan secara teratur.

Kacang sebagai obat anti-kanker,
gunakan kacang panjang, buncis, brokoli, wortel masing-masing secukupnya dimasak menjadi tumisan dengan ditambah bumbu-bumbu hingga matang, dimakan secara teratur.

Khasiat tanaman pungpulutan


Khasiat tanaman pungpulutan

 

Pulutan

(Urena lobata Linn.)

Sinonim :
= Urena monopetala, Lour. = Urena scabriuscula, DC. = Urena sinuata, Linn. = Urena tomentosa, Blume.

Familia :
Malvaceae

Uraian :
Jenis tumbuhan berserat dari suku kapas-kapasan, tumbuh di daerah iklim tropik termasuk di Indonesia. Tumbuh liar di halaman, ladang, tanah kosong dan tempat-tempat yang banyak sinar matahari sampai setinggi + 1. 800 m di atas permukaan laut. Tumbuhan perdu tegak yang bercabang banyak ini mempunyai batang dan tangkai yang liat sehingga sukar dipatahkan dan seluruh tanaman ditumbuhi rambut halus, tinggi dapat mencapai 1 m. Daun tunggal, berlekuk menjari 3,5 atau 7, tumbuh berseling, panjang 3 - 8 cm, lebar 1 - 6 cm, tepi bergigi, warna daun bagian atas hijau, bagian bawah hijau muda, pangkal daun membulat, ujung runcing. Bunga berwama ungu, keluar dari ketiak daun. Buahnya bulat, penampang ± 5 mm, berambut seperti sikat, beruang 5, tiap ruangan berisi 1 biji.

Nama Lokal :
Pungpulutan, pungpulutan awewe, pungpurutan (Sunda); legetan, pulutan pulutan kebo, pulutan sapi (jawa); Polot (Madura), Kapuhak, kaporata (Sumba),; Bejak, kakamomoko, kokomomoko (Halmahera),; Taba toko (Ternate).; Di tao hum (China).;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Panas influenza, radang tonsil (Tonsilitis), malaria, Reumatik; Keputihan, Bengkak, Muntah darah, Sukar melahirkan, Bisul; Luka berdarah, tulang patah, payudara bengkak, gigitan ular;

Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIPAKAI:
Akar, atau seluruh tanaman, pemakaian segar atau dikeringkan.

KEGUNAAN: Akar:
- Panas influenza, radang tonsil (Tonsillitis), malaria.
- Rheumatik persendian.
- Keputihan, kencing keruh.
- Disentri, diare, gangguan pencernaan (indigestion).
- Bengkak (edema), muntah darah (hematemesis), kesukaran 
  melahirkan (partus).
- Gondok (goitre).
- Bisul, luka berdarah, tulang patah (frakture), payudara    
  bengkak (mastitis), gigitan ular.

PEMAKAIAN:
30 - 60 gr akar segar atau 15 - 30 gr akar kering direbus, minum.

PEMAKAIAN LUAR:
Seluruh tanaman segar dilumatkan, tempel ke tempat yang sakit.

CARA PEMAKAIAN:
1. Influenza: 24 gr akar direbus, minum.
2. Disentri, diare, rheumatic: 30 - 60 gr akar kering direbus, minum.
3. Keputihan, kencing keruh: 30 - 60 gr akar segar direbus, minum.
4. Bengkak karena nephritis:
   30-60 gr akar segar ditambah air secukupnya, rebus sampai mendidih,    diminum sehari 2 kali.
5. Koreng berdarah, bisul ditempeli bunga pulutan.

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN FARMAKOLOGIS: Rasa manis, tawar, sejuk. Penurun panas, anti-radang, anti-rematik. KANDUNGAN KIMIA: Batang dan daun mengandung zat lendir, biji mengandung 13 -14%, lemak.

Ginje & Manfaatnya


Ginje & Manfaatnya


1. Nama ilmiah : Thevetia peruviana (Pers.) K. Schum.
2. Nama daerah : ginje (Jawa), ki hujan (Sunda).
3. Nama asing : huang hua jia zhu tao (Cina)

B. KANDUNGAN KIMIA DAN EFEK FARMAKOLOGIS
Ginje memiliki rasa pedas, pahit, bersifat hangat, dan mengandung racun. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam ginje di antaranya thevetin A, thevetin B, peruvoside, nemfolin, eerberin, perusitin, thevelene, dan neriperside.
Efek farmakologis ginje di antaranya penguat jantung (cordiotonic), peluruh kemih, obat cacing (ant helmintic), dan penghilang bengkak.

C. PERBANYAKAN DAN PERAWATAN TUMBUTIAN
Perbanyakan ginje dapat dilakukan dengan biji atau anakan. Ginje dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

D. BAGIAN TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN DAN PEMANFAATANNYA

Daun, kulit batang, tangkai, akar, dan biji dan buah ginje masak yang telah dijemur dapat dimanfaatkan untuk menangani serta mengobati beberapa penyakit dan permasalahan sebagai berikut.

1. Membunuh serangga
Tumbuk seluruh bagian tumbuhan ginje secukupnya, tambah 2 l air, lalu aduk sampai rata. Gunakan untuk menyemprot serangga.

2. Radang di pinggir kuku (paronichya)
Cuci 10—15 helai daun ginje segar lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit air, 1 sendok makan madu, lalu aduk sampai rata. Simpan tumbukan yang telah bercampur air dan madu ke dalam wadah yang kering untuk digunakan beberapa kali. Ambil ramuan secukupnya dan dalam wadah lalu oleskan menyeluruh pada bagian yang sakit. Lakukan secara rutin 2—3 kali sehari.

3. Luka baru
Ambil getah daun ginje dengan cara mematahkan ujung batang yang paling dekat dengan tunas daun baru. Gunakan getah langsung dioles di tempat luka.


Catatan : tumbuhan ginje sebaiknya tidak digunakan sebagal obat minum ataupun dimakan dalam keadaan segar karena beracun.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes